Kamis, 2009 Juli 09

Penyerangan Seksual dan Perkosaan

Perkosaan, yang juga dikatakan sebagai penyerangan seksual, adalah sebuah bentuk penyerangan yang melibatkan hubungan seksual atau penetrasi seksual seseorang tanpa mendapat ijin. Perkosaan biasanya disadari sebagai kejahatan seks yang serius, seperti juga penyerangan sipil.
Pelaku perkosaan bisa termasuk orang asing, kenalan, tetangga, atasan, atau anggota keluarga. Korban wanita biasanya lebih dapat mengalami penyerangan oleh kenalan (seperti teman atau teman sepekerjaan), pasangan kencan, mantan pacar atau pasangan intim daripada orang asing.
Penelitian menunjukan bahwa kerusakan psikologis dapat sangat berat ketika penyerangan seksual dilakukan oleh orang tua terhadap anak mereka. Incest antara seorang anak kecil atau anak remaja dan orang dewasa yang dikenalnya telah dikenal sebagai bentuk paling luas dari kekerasan seksual pada anak dengan dampak kerusakan yang besar pada seorang anak.

Sindrom Trauma Perkosaan

PTSD dialami oleh korban perkosaan. Istilah PTSD digunakan untuk menggolongkan sekumpulan tanda - tanda, simptom dan reaksi pada korban perkosaan. Korban perkosaan dapat menderita trauma psikologis dalam tingkat tertentu selama, setelah, dan dalam jangka waktu tertentu setelah kejadian.
Sindrom Trauma Perkosaan menjelaskan tiga tahap psikologis yang dilalui korban perkosaan : Tahap akut, tahap penyesuaian keluar, tahap normalisasi.

Tahap akut

  • Simptom bisa berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu dan bisa tumpang tindih dengan tahap penyesuaian keluar. Perilaku yang mungkin terjadi di tahap akut adalah:
  • Hilang kewaspadaan
  • Tidak bereaksi, kaku, dingin
  • Sensor tumpul, afektif dan fungsi ingatan
  • Disorganisasi isi pikiran
  • Muntah
  • Muak, jijik
  • Kecemasan
  • Kebingungan
  • Sangat sensitif terhadap orang lain
  • Tidak semua korban menunjukan emosi mereka. Beberapa mungkin kelihatan tenang dan seperti tidak terpengaruh oleh apa yang sudah terjadi.

Tahap penyesuaian keluar

  • Korban pada tahap ini terlihat mulai kembali pada kehidupan normalnya tetapi ada keributan di dalam yang mungkin menjelma menjadi perilaku berikut:
  • Terus mengalami kecemasan
  • Merasa tidak berdaya
  • Terus mengalami ketakutan atau depresi
  • Suasana hati yang berubah - ubah dari gembira ke depresi atau marah
  • Gangguan tidur seperti mimpi - mimpi yang jelas, dan mimpi buruk yang berulang
  • Insomnia, terjaga, teror malam hari
  • Flashback
  • Dissociation (perasaan seperti keluar dari tubuh)
  • Serangan panik
  • Mengunakan mekanisme penanggulangan seperti menyakiti diri sendiri, obat - obatan, agama, keluarga

Gaya hidup

  • Korban pada tahap ini bisa mempunyai gaya hidup yang terpengaruh dalam beberapa cara berikut:
  • Merasa tidak aman
  • Ragu - ragu memasuki hubungan baru
  • Hubungan seksual menjadi terganggu. Korban biasanya tidak mampu membangun kembali hubungan seksual yang normal dan sering takut dengan kontak seksual untuk beberapa waktu setelah kejadian. Beberapa melaporkan terhalangi respon seksualnya dan flashback pada kejadian perkosaan selama intercourse. Sebaliknya beberapa wanita ada yang menjadi hyper-seksual menyusul penyerangan seksual, kadang - kadang sebagai isyarat bahwa mereka memiliki kuasa dan pilihan pada hubungan seksual mereka.
  • Setelah kejadian perkosaan beberapa korban melihat dunia sebagai tempat yang menakutkan untuk hidup sehingga mereka membuat batasan pada hidup mereka sehingga aktifitas normal akan terganggu. Contoh, mereka mungkin menghentikan aktifitas yang berhubungan dengan masyarakat, grup, atau perkumpulan. Atau seorang ibu korban perkosaan akan memberikan batasan yang tidak masuk akal pada kebebasan anak - anak mereka.
  • Selama tahap ini. korban bisa mengembangkan ketergantungan pada alkohol, rokok atau narkoba, baik dengan resep dokter atau secara ilegal.

Respons fisik


Respons fisik yang terjadi dapat meliputi sakit kepala, kelelahan,  rasa sakit di dada, tenggorokan, lengan atau kaki. Simptom khusus dapat terjadi di bagian yang berhubungan dengan penyerangan. Korban perkosaan oral bisa mempunyai berbagai keluhan pada mulut dan tenggorokan, sementara korban perkosaan vagina dan anal mempunyai reaksi fisik yang berbeda. 

Gangguan makan

Gangguan selera makan dapar terjadi seperti mual dan muntah. Korban perkosaan juga mempunyai kecenderungan berkembang menjadi anorexia atau bulimia

Phobia


  • Sistim pertahanan psikologis yang umum yang dapat terlihat pada korban perkosaan adalah berkembangnya ketakutan dan phobia khususnya pada lingkungan perkosaan, sebagai contoh :
  • Takut di tempat keramaian
  • Takut berasa sendirian
  • Takut pada pria
  • Takut bepergian ke luar (agoraphobia)
  • Ketakutan spesifik yang berhubungan dengan karakteristik pemerkosa, seperti kumis, rambut keriting, bau - bauan alkohol atau rokok, jenis pakaian atau mobil.
  • Beberapa korban dapat sangat curiga, paranoid pada orang asing
  • Beberapa merasa ketakutan pada semua orang

Tahap Normalisasi


Pada tahap ini, korban menyatu dengan peristiwanya dalam hidupnya sehingga perkosaan itu tidak lagi menjadi fokus di kehidupan mereka.  Selama tahap ini, perasaan - perasaan negatif seperti rasa bersalah dan rasa malu menjadi terpecahkan dan korban tidak lagi menyalahkan diri mereka atas penyerangan itu.

Terapi Trauma


Alternative Trauma Therapy
memberikan jasa pelayanan personal untuk mengatasi isu - isu trauma anda, baik trauma perkosaan, trauma kematian orang dekat, trauma penolakan, trauma penghianatan, trauma kecelakaan, trauma bencana alam, trauma kekerasan dalam rumah tangga, trauma masa kecil, trauma kekerasan fisik dan emosional lainnya.

Minggu, 2009 Juni 21

Menghindari rasa sakit (Pain avoidance)

Apakah Anda menghabiskan energi Anda untuk menghindari rasa sakit? Banyak penderita trauma menghabiskan banyak waktu untuk mencoba menghindari rasa sakit. Hal tersebut merupakan respons yang umum terjadi, namun hal tersebut juga yang menyebabkan kesulitan dalam hidup kita. Tanda yang jelas bahwa Anda menghindari rasa sakit adalah jika Anda mengerjakan sesuatu secara terpaksa (compulsively). Beberapa contoh meliputi :

Apakah Anda menggunakan obat - obatan atau alkohol untuk menghindari rasa sakit?
Apakah Anda makan lebih dari porsi normal atau makan ketika Anda gelisah?
Apakah Anda latihan sangat sering, berjam - jam dalam tiap kesempatan, beberapa kali seminggu?
Apakah Anda sangat jatuh cinta sehingga Anda menghindari hal lain dalam hidup Anda?
Apakah jatuh cinta, atau mencari cinta memenuhi seluruh hidup Anda?
Apakah Anda berhubungan cinta untuk menghindari perasaan dan atau intimasi?
Apakah Anda menggunakan hubungan badan untuk menguasai?
Apakah Anda sangat sering melakukan masturbasi?
Apakah Anda termasuk pecandu kerja (workaholic) - Anda bekerja terus di mana bekerja adalah hidup Anda?
Apakah Anda berbelanja dan menghabiskan uang lebih dari jumlah yang Anda miliki?

Hal - hal di atas adalah cara yang umum dilakukan orang untuk menghindari rasa sakit. Anda mungkin punya cara lain selain daftar di atas untuk menghindari rasa sakit. Kuncinya adalah apakah Anda secara terus menerus mencoba menghindari merasakan rasa sakit? jika ya, terapi merupakan ide yang bagus. Menghindari perasaan akan membuat sesuatu bertambah buruk. Tubuh Anda perlu cara untuk mengekpresikan perasaan - perasaan, sehingga dapat keluar dengan sebuah cara atau cara lainnya.Jika Anda bisa menangis, marah, merasakan perasaan Anda dan tidak menghindari rasa sakit, tubuh Anda tidak perlu mencari cara lain untuk melakukan itu. Tetapi jika Anda menghindar, Anda akan terus mencari penggantinya, mencari cara diri Anda keluar dari rasa sakit dengan cara lain. Anda bisa mendapati diri Anda marah untuk alasan yang tidak jelas, timbul masalah pada fisik Anda, seperti bisul, sakit punggung, sakit kepala, sakit di rahang, ketegangan pada otot akut. Pada beberapa orang bahkan dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius seperti serangan jantung, stroke, dan sakit perut akut, karena mereka menghindari merasakan sakit emosional mereka untuk jangka waktu yang lama. Belajar bagaimana caranya menangani masalah emosional Anda akan sangat membantu sekali di semua area kehidupan Anda. Jika Anda adalah salah satu orang yang menghindari rasa sakit, emosi atau perasaan negatif, mintalah bantuan terapis masalah emosional. Penghindaran rasa sakit, emosi dan perasaan negatif akan mempengaruhi kehidupan dan kesehatan Anda! Anda tidak bisa menghindari merasakan satu emosi dan merasakan yang lain. Anda harus menekan itu semua. Hal tersebut adalah peringatan yang jelas bahwa ada sesuatu yang salah dalam hidup Anda.

Mengetahui bagaimana cara menangani masalah emosional Anda sesegera mungkin ketika Anda mendapat masalah emosional seperti kemarahan, kesedihan, kecemasan, ketakutan, perasaan bersalah, stres, depresi, putus asa, penolakan,dsb,  adalah cara yang bijaksana dibandingkan Anda menghindari merasakan sakit dan mengalaminya dalam jangka waktu yang lama.

Apakah saya perlu terapi?

Ya benar kita semua mempunyai reaksi karena kejadian - kejadian traumatis, Lalu bagaimana Anda tahu bahwa Anda memerlukan bantuan seorang terapis? Jawaban terhadap pertanyaan - pertanyaan di bawah ini adalah untuk mencari seorang terapis jika Anda merasakan akibat trauma yang mengganggu kehidupan Anda. Ada beberapa cara untuk mengetahui di mana Anda memerlukan seorang terapis. Tanyakan pertanyaan berikut pada diri Anda :

Apakah saya menghindari perasaan saya?
Apakah saya menjadi sangat sedih, cemas, marah, atau emosional pada sesuatu yang kelihatannya berlebihan atau kepada seseorang?
Apakah saya menggunakan seks, obat terlarang, alkohol, hubungan, olah-raga, makan, dsb, untuk menghindari rasa sakit?
Apakah saya kecanduan terhadap sesuatu?
Apakah saya merasa di luar kontrol?
Apakah saya mempunyai kesulitan membuat sesuatu tetap bersama atau apakah saya merasa begitu?
Apakah saya mempunyai pola masalah yang sama dalam tiap hubungan saya?
Apakah saya menghindari untuk menjalin hubungan dengan seseorang karena saya tidak ingin terluka atau saya takut akan terluka oleh seseorang?
Takutkan saya pada seorang laki - laki atau perempuan karena dulu pernah terluka?
Apakah saya menghindari seks?
Apakah saya menggunakan seks untuk menghindari hubungan intim atau membentuk persahabatan dengan orang lain?
Apakah saya berbohong?
Apakah saya mempunyai ledakan amarah yang tak terkontrol?
Apakah saya mempunyai amarah yang tinggi?
Apakah saya mempunyai serangan panik atau saya merasa seolah - olah akan mati?
Apakah saya mengerjakan sesuatu yang saya tahu itu salah tapi tidak bisa menghentikannya dan saya tidak tahu kenapa?
Apakah saya merasa saya perlu bantuan tapi saya takut untuk meminta bantuan?
Apakah seseorang menyarankan terapi yang mungkin dapat membantu saya?
Apakah saya lebih menyukai mendapat bantuan dari seseorang yang tidak ada niat apa-apa daripada orang yang kelihatannya punyai niat tertentu?
Apakah saya mempunyai fantasi tentang kematian atau ingin bunuh diri?
Apakah saya pernah melukai atau mencakar diri saya secara sengaja?
Apakah seseorang memperlakukan tindakan kekerasan pada saya dan saya tidak dapat menghentikannya?
Apakah saya pernah melukai seseorang atau seekor binatang?
Apakah saya pernah memperlakukan tindakan kekerasan pada seseorang seperti yang pernah saya alami?
Apakah saya pernah kontak seksual dengan anak kecil atau remaja?
Apakah saya begitu sangat marah sehingga saya ingin sekali melukai orang lain?
Apakah saya mencuri?
Apakah saya sering merasa seolah - olah saya tidak sepenuhnya sadar?
Apakah waktu berlalu dan saya tidak tahu apa yang terjadi ketika waktu berlalu?
Apakah saya merasa atau heran seolah - olah ada orang lain di kepala saya atau apakah saya mempunyai identitas lain?
Apakah saya masih mempunyai teman imajinasi yang seperti nyata bagi saya walaupun usia saya sudah lebih dari 10 tahun?

Jika Anda menjawab "ya" pada pertanyaan yang manapun, Anda seharusnya mencari terapis. Beberapa pertanyaan di atas menaksir dari respons trauma pada tingkatan sedang tapi yang mengganggu hidup Anda, dan pertanyaan yang lainnya menanyakan masalah yang lebih serius. Jika Anda menjawab "ya" pada pertanyaan yang mengganggu, ide yang sangat baik jika Anda mencari bantuan. Daftar pertanyaan di atas berisi bermacam - macam reaksi trauma dari tingkat yang beragam dari respons traumatis. Sebagai contoh, Anda mungkin mempunyai masalah dengan kecemasan dan depresi, masalah hubungan, dan merasa lepas kendali, tetapi mungkin mengalami itu semua. Anda akan mendapati bahwa terapi akan sangat membantu Anda keluar dari masalah Anda.

Jika Anda mendapat tindakan kekerasan dari seseorang atau Anda memperlakukan tindakan kekerasan pada orang lain, dalam hal ini Anda memerlukan seorang terapis. Semakin banyak Anda menjawab "ya", semakin perlu Anda berkonsultasi dengan terapis. Jangan menunda, jika Anda mempunyai pikiran bunuh diri. Terapi sangat baik untuk membantu mencegah krisis atau masalah lebih lanjut.

Siapapun tidak ingin meminta bantuan, tetapi jika Anda tidak meminta bantuan, Anda akan  terus menderita.Sangat tidak baik mengalami penderitaan dari pada mengijinkan diri Anda meminta bantuan. Keuntungan dari terapi adalah Anda mempunyai seseorang yang fokus pada kemanusiaan Anda, yang tidak kenal dengan orang lain dalam kehidupan Anda. Orang ini hanya hadir untuk Anda!.

Jika Anda berfantasi seks dengan anak kecil, remaja (jika Anda adalah orang dewasa), atau melakukan kekerasan seksual pada orang lain atau pasangan Anda, segeralah minta bantuan.

Jika Anda memukul, menampar, meninju atau mendorong orang lain, anak kecil atau binatang, Anda juga memerlukan bantuan terapis. Jika Anda takut untuk meminta bantuan, hal ini adalah normal, tetapi semakin cepat Anda mendapat pertolongan semakin cepat Anda kembali normal.

Rabu, 2009 Mei 06

Membawa – bawa masa lalu

Dua orang biksu Zen yang bernama Tanzan dan Ekido. Mereka sedang berjalan di
sepanjang jalan pedesaan yang sangat berlumpur akibat hujan deras yang tadi
turun. Di pinggiran desa mereka bertemu dengan seorang perempuan muda yang
hendak menyeberangi jalan, tapi karena lumpur yang sangat dalam perempuan itu
tidak berani menyeberang jalan karena ia takut lumpur itu bisa merusak baju
kimono sutra yang dikenakannya. Tarzan membantu perempuan itu menyeberang dengan
menggendongnya ke seberang jalan.

Kedua biksu berjalan kembali dalam diam. Lima jam kemudian, saat mereka
mendekati pintu kuil, Ekido tidak bisa menahan diri lagi dan bertanya," Kenapa
kamu tadi membawa perempuan itu menyeberang jalan? Tanyanya. "Kita para biksu
tidak sepatutnya melakukan hal tadi."
"Aku telah menurunkan perempuan itu berjam – jam yang lalu,"sahut Tarzan.
"Apakah kamu masih membawa – bawa dia?"

Demikian ilustrasi ketidakmauan batin manusia untuk melepaskan masa lalunya.
Bayangkan seperti apa hidup ini rasanya bagi seseorang yang sepanjang waktu
tidak mampu atau tidak bersedia untuk melepaskan situasi dari dalam dirinya,
mengakumulasi lebih dan lebih banyak "hal" di dalam. Betapa beratnya beban masa
lalu yang mereka bawa dalam pikiran mereka.

Masa lalu hidup dalam diri anda sebagai kenangan, tapi kenangan itu sendiri
bukan sebagai sebuah masalah. Bahkan melalui ingatan kita belajar dari masa lalu
dan kesalahan masa lalu. Hanya saja, saat pikiran masa lalu mengambil alih
perhatian anda sepenuhnya, hal itu berubah menjadi beban, masalah, dan menjadi
bagian dari rasa diri anda. Kepribadian yang dikondisikan oleh masa lalu
kemudian menjadi penjara bagi anda. Kenangan anda diperkuat oleh rasa diri dan
cerita anda menjadikan anda melihat bagaimana diri anda.

Kebanyakan orang membawa sejumlah bawaan yang tidak perlu, baik secara mental
maupun emosional, sepanjang hidup mereka. Mereka membatasi diri mereka dengan
kesedihan, penyesalan, rasa malu, dan rasa bersalah. Pikiran emosional telah
menjadi diri mereka.

Karena kecenderungan manusia untuk mengulangi emosi lama, hampir setiap orang
membawa kumpulan rasa sakit emosional dalam medan energinya, yang disebut
"tubuh yang sakit."

Tapi kita dapat berhenti menambah rasa sakit tubuh yang sudah lama kita miliki
itu. Kita bisa belajar untuk menghapus pengulangan emosi lama untuk tidak
tinggal di masa lalu, terlepas apakah itu terjadi kemarin atau tiga puluh tahun
yang lalu. Kita dapat belajar untuk tidak menyimpan dalam pikiran kita kejadian
masa lalu selamanya dan mengembalikan perhatian kita pada saat ini.

Emosi negatif apapun yang tidak ditangani akan disimpan sebagai rasa sakit di
tubuh anda.Rasa sakit yang tertinggal dari setiap emosi negatif yang tidak
dihadapi dan diterima kemudian bergabung bersama membentuk medan energi yang
tinggal di setiap sel tubuh anda. Di situ tidak saja mengandung rasa sakit masa
kanak – kanak anda, tetapi juga emosi rasa sakit yang ditambahkan pada masa
dewasa dan selama kehidupan dewasa anda. Medan energi ini sudah lama ada tapi
masih terus hidup, hadir hampir pada setiap manusia, yaitu tubuh yang sakit.
Orang yang mempunyai tubuh sakit yang lebih berat biasanya mempunyai kesempatan
lebih baik untuk terbangun secara spiritual dibanding mereka yang punya beban
yang relatif ringan. Beberapa dari mereka masih terus terperangkap dalam tubuh
sakit mereka, beberapa yang lain mencapai titik di mana mereka tidak bisa lagi
hidup dengan ketidakbahagiaan mereka, dan menjadi motivasi mereka untuk
terbangun menjadi kuat.

Supriyatno
Mental & Emotional Health Provider, Practitioner of EFT, The Sedona Method, The Power of Now, A Course in Miracle

Kamis, 2009 Februari 05

Cara-cara (tips) bagi orangtua untuk melindungi anaknya dari kekerasan seksual.

a.Selalu berkomunikasi dengan anak mengenai apa saja.

b.Dengarkan dan pahami anak anda.

c.Percaya pada perasaan kita dan anak kita

d.Ajarkan kepada anak untuk mempercayai perasaannya atau penilaiannya terhadap seseorang. Katakan kepada mereka bahwa tidak apa-apa jika mereka merasa tidak nyaman dengan seseorang.

e.Perhatikan orang-orang yang dekat atau berhubungan dengan anak kita, misalnya pengasuh anak. Kalau perlu minta pendapat orang lain. Jika kita merasa tidak nyaman jika anak kita bermain dengan seseorang, lakukan sesuatu.

f.Berikan pemahaman kepada anak sedini mungkin tentang tubuhnya (termasuk seksualitas dirinya).

g.Jelaskan kepada anak bahwa ia harus bilang kepada kita jika ada yang menyentuhnya.

h.Katakan kepada anak bahwa orang dewasa/lebih besar TIDAK BOLEH menyentuh bagian-bagian tertentu.

i.Jelaskan pada anak bahwa beberapa orang dewasa akan mencoba dan mengimingi atau membujuk mereka supaya mereka dapat menyentuh bagian-bagian tertentu

j.Ingatlah bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak-anak biasanya justru orang yang dikenal, dipercaya dan disayangi oleh keluarga

*artikel diambil dari www.pulih.or.id

Kamis, 2008 Desember 25

Kita lepaskan masa lalu dan masa depan

Kita dapat merasakan kedamaian dalam diri jika melepaskan diri dari rasa sakit akibat peristiwa yang sudah lalu dan rasa takut akan masa depan,serta belajar untuk hidup di masa sekarang.

Alasan utama kekawatiran, kemarahan dan depresi yang dialami orang-orang adalah akibat terbelenggu masa lalu. Selama fikiran kita fokus pada luka lama dan pikiran tidak mau memaafkan masa lalu, tidak aneh jika kita merasa terbebani di masa sekarang. Kita memikul beban masa lalu. Dan fisik serta pikiran kita mencerminkannya.

Pikiran, Bukan Fisik

Kita tiba di rumah setelah melalui hari yang sulit di tempat kerja. Tubuh kita bergerak lambat, semangat kita menurun dan yang bisa kita lakukan hanyalah makan malam singkat lalu tergeletak di tempat tidur. Tiba-tiba saja telepon berdering. Seorang teman dekat yang datang dari jauh, malam ini ingin bertemu untuk makan malam. Kita menjawab, “ satu jam lagi saya berada di sama.”

Saking senengnya, kita bangun dan segera mandi. Tiba-tiba kita penuh energi. Apa yang terjadi? Apa yang sudah terjadi hari ini tidak berubah. Tidak ada yang terjadi dengan fisik kita, tetapi perilaku kita berubah drastis karena beralih dari belenggu masa lalu (hari yang melelahkan) menjadi fokus ke masa sekarang (bersiap-siap akan bersenang-senang dengan teman). Ketika kita bereaksi berdasarkan masa lalu, kita kehabisan energi. Ketika kita bereaksi berdasarkan masa sekarang, kita gembira dan penuh energi.

Takut Terhadap Masa Depan

Ketakutan kita terhadap masa depan datang dari keyakinan bahwa masa lalu akan terulang dengan cara menyulitkan.. Jika kita berpikir diri kita dirusak oleh masa lalu, kita memandang masa depan dengan penuh ketakutan karena percaya pada penolakan dan rasa sakit ketimbang cinta dan keutuhan. Dengan perilaku seperti ini hampir tidak mungkin kita bahagia.

Umumnya kita menghabiskan banyak waktu berkutat dengan masa lalu dan jadi takut menghadapi masa depan walaupun kita hidup di sini dan saat ini. Kita lebih peduli pada masa lalu dan mencemari semua yang kita alami dengan pelajaran-pelajaran usang dan tidak membahagiakan. Jika perilaku kita seperti itu, bagaimana kita memandang masa depan dengan cara lain selain ketakutan?

Salah satu pemberian terindah yang dapat kita berikan kepada diri sendiri adalah memutuskan untuk tidak lagi terbelenggu masa lalu dan takut pada masa depan. Penyembuhan masa lalu dapat dilakukan dengan melepaskan masa lalu dengan kesadaran bahwa kita dapat membebaskan pikiran kita dengan memilih memaafkan semua orang yang telah menyakiti kita.

Senin, 2008 September 22

Masalah Seksual pada wanita

Penyebab

Masalah seksual bisa menunjukan bahwa seks tidak lagi terasa memuaskan. Ada wanita yang mengalami masalah seksual hanya sekali-sekali, tapi ada yang terus menerus.Seksualitas pada wanita adalah campuran yg kompleks antara mental,emosional, dan tanda-tanda fisik. Masalah yang timbul pada satu area akan mempengaruhi yang lainnya. Contoh, masalah fisik akan menimbulkan ketakutan pada rasa sakit,dan ketakutan akan menimbulkan perasaan bersalah pada pasangan. Jadi penyebab masalah seksual pada wanita sering saling berkaitan.

Penyebab secara psikologis dapat berkaitan dengan masalah fisik atau emosional yang pernah terjadi atau yang sedang dirasakan. Penyebab mental dan emosional meliputi:
  • Stress
  • Hubungan atau perkawinan yang tidak harmonis
  • Trauma pengalaman seksual
  • Rasa sakit pada kontraksi vagina (vaginismus), biasanya terkait dengan trauma kekerasan seksual
  • Depresi
  • Ketakutan pada penyakit, seperti kanker, atau pengobatan, seperti mastectomy atau hysterectomy, akan membuat aktivitas seksual tidak menyenagkan untuk wanita dan pasangannya
  • Tidak menyukai bentuk tubuhnya
  • Kecemasan
  • Trauma karena mendengar, membaca, atau mengetahui anggota keluarga ada yang mengalami kekerasan seksual, atau hubungan yang tidak harmonis
Penyebab fisik dapat seperti perubahan hormone, luka, atau masalah medis, yaitu meliputi:
  • Perubahan hormon seperti yang berkaitan dengan siklus menstrual, penggunaan pil KB atau terapi hormone, kehamilan, proses penyembuhan dari kehamilan, perimenopause, dan postmenopause.
  • Rasa sakit pada waktu intercourse. Hal ini disebabkan karena
  • Perubahan fisik karena operasi, terapi radiasi, atau sebab medis lainnya
  • Luka
  • Ketidaknormalan fisik
  • Vagina yang kering
  • Rasa sakit pada kontraksi vagina (vaginismus), biasanya terkait dengan trauma kekerasan seksual
  • Herpes
  • Inveksi vagina (vaginistis)
Kondisi medis, seperti diabetes, arthritis, infeksi pada saluran kencing, stroke, jantung koroner, tekanan darah tinggi, atherosclerosis, multiple sclerosis, hypothyroidism, endometriosis, atau permasalah pada sisitm syaraf.

Usia bisa menyebabkan turunnya keinginan seks dan perubahan pada vagina, seperti :
  • Meningkatnya sensitifitas vagina, sehingga vagina mudah sakit
  • Perubahan pada vagina atau vagina yang kaku, yang menyebabkan rasa sakit pada waktu intercourse
  • Pengurangan cairan pelumas dan waktu yang lama vagina keluar cairan pelumas
  • Memerlukan waktu yang lama agar libido dapat bangkit
  • Orgasme yang terlalu lama
Penggunaan obat-obatan sering menurunkan hasrat seksual, seperti :
  • Pengobatan tekanan darah dan diabetes, seperti diuretics, alpha-blockers, beta-blockers, dan calcium channel blockers.
  • Antidepressant. Seperti tricyclics and selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs).
  • Antihistamines. Atau obat anti alergi
  • Pil diet
  • Chemotherapy untuk Kanker
Konsumsi alkohol juga dapat memperpanjang waktu seorang wanita untuk mencapai orgasme. Beberapa wanita yang merasa tidak puas dengan seks mungkin akan minum alcohol untuk menutupi perasaannya.

Symptoms

Simptom masalah seksual dapat termasuk :
  • Turunnya minat pada seks
  • Libido yang menurun
  • Tidak mampu mancapai orgasme setelah distimulasi
  • Rasa sakit selama intercourse
Kemungkinan-kemungkinan Resiko

Resiko pada masalah seksual yaitu :

  • Kelelahan
  • Perubahan pada hormone
  • Emosional atau stress
  • Konsumsi obat dapat menurunkan hasrat seksual
  • Rasa sakit selama hubungan seks
  • Masalah kesehatan yang dapat menurunkan kemampuan terlibat dan menikmati aktifitas seks, seperti
  • Penyakit Neurologi seperti stroke, Parkinson
  • Pembedahan yang mempengaruhi organ pelvic dan kemaluan
  • Penyakit Endokrin seperti diabetes atau liver
  • Penyakit jantung
  • Trauma seksual seperti pelecehan atau perkosaan masa kecil
Treatment masalah seksual

Apapun masalah yang menjadi penyebab timbulnya masalah seksual pada wanita, pada dasarnya berawal dari masalah emosional seperti kemarahan, kekecewaan, kekesalan, stress, depresi, trauma masa lalu.
EFT salah satu teknik tercepat untuk mengatasi masalah seksual anda dengan menghilangkan akar penyebabnya, yaitu masalah emosional.